Sabtu, 14 Oktober 2017

MENUMBUHKAN HOBI MEMBACA DI SEKOLAH DASAR

Wow, kelihatannya asik ya punya siswa yang suka dan gemar membaca, sebagai guru, tentu kita akan bangga memiliki siswa yang hobi membaca. Hobi membaca apakah ada? Nah inilah tantangan kita untuk menelurkan hobi membaca pada anak didik kita! Pertanyaan yang muncul apakah kita peduli dan mampu menumbuhkan minat baca pada anak sebagai suatu hobi? Pertanyaan tersebut seyogyanya kita sikapi sebagi suatu keunggulan dan harus kita munculkan pada diri siswa. Dengan beragam menu kita memulai mengnguatkan untuk sebuah hobi membaca. Hobi tidak terlepas dari rasa ingin menekuni namun mencoba untuk mengeksplorasi hingga hobi tersebut tersalurkan dengan baik. Bagaimana cara membudayakan membaca suatu hobi bagi siswa? Sebagai seorang pendidik tentunya kita perlu melakukan persiapan untuk menumbuhkan minat baca pada siswa sebagai hobi. Hobi membaca merupakan suatu tabiat yang memerlukan kesabaran tingkat tinggi, apalagi hobi membaca ini bagi siswa Sekolah dasar masih belum familier dikalangan anak-anak. Sebelum memunculkan hobi membaca dihadapan anak-anak diperlunya mengembangkan mental dan fisik untuk mempersiapakan diri anak-anak mengenal hobi membaca, dengan memberikan tekanan manfaat dan fungsi membaca, tokoh-tokoh sukses yang gemar membaca dan akhirnya mampu memupuk karakter siswa dengan gambaran dari tokoh idamannya yang sukses. Setelah kita mampu mendramatisir sebuah konsep hobi membaca kepada siswa kita menyiapkan suatu kondisi di lingkungan sekolah yang layak anak dengan menciptakan budaya membaca di sekolah beserta pernak-pernik dan atribut membaca yang disesuaikan dengan tokoh idaman anak-anak. Perlu dikemas nuansa yang khas anak mulai dari bahan bacaan yang kita siapkan, tokoh sentral yang akan kita kupas beserta lagu kesukaan anak-anak dimasa kini, sehingga emosi dalam hal ini perasaan senang, nyaman dan merasa enjoy dalam proses pemupukkan minat dalam hobi membaca siswa. Sangat perlu mengkondisikan suatu sekolah yang layak untuk anak, dengan menanamkan hidup bersih, teratur, disiplin, tanggung jawab, membina kerjasama, tenggang rasa, percaya diri sebagai tumpuan harapan demi kesinambungan dan menumbuhkan budaya membaca sebagai hobi Selepas anak-anak nyaman dengan kondisi sekolah, secara perlahan kita mulai ajak anak untuk melihat audio visual berupa drama atau film yang dijadikan idola para anak. Kita ajak nonton bareng bersama, setelah selesai kita ajak anak mengambil buku-buku cerita yang sesuai dengan drama yang telah dilihat tadi. Nah disaat itu kita mulai menguatkan perlunya membaca, membaca yang tepat dan benar, teknik membaca, posisi saat membaca, tempat membaca, dan apa yang dilakukan selama membaca dan setelah membaca. Suatu proses yang panjang bagi pendidik untuk menanamkan suatu hobi membaca pada siswa Sekolah Dasar. Media semakin kompetitif menjangkiti segenap penjuru dinamika kehidupan kita baik itu media audio, media audio visual maupun media online dan offline, seolah secepat kilat berbagai ide kreatif senantiasa muncul setiap saat kita berkedip, tidak perlu heran apabila dimasa kini kita sering melihat aktifitas seorang anak yang begitu terampil mengoperasionalkan perangkat Gadget dalam waktu senggangnya dengan genggaman mereka mampu memainkan Hand Phone, Komputer, Play Station, Game Online, Game Internet, media sosial yang menjamur semacam Facebook, WhatApps, Instagrams, Line, Twitter. Teknologi terbarukan dalam gadget bermunculan seakan-akan kalau tidak mengikuti akan ketinggalan jaman. Itulah anak masa kini yang lahir selepas millennium berbarengan teknologi canggih dalam genggaman, yang seolah semua aktifitas bisa terenggkuh lewat gengganan tangan. Bermula dari perangkat inilah sebuah buku cetak terasa terabaikan dikalangan anak-anak. Nah fenomena yang terjadi makin menjadi dengan penguatan orang tua yang lemah untuk mendampingi putra-putrinya dalam mengontrol beragam aktifitas anak. Menengok kebelakang dengan bergulirnya informasi instan yang bisa terpenuhi dengan seketika. Sebagai suatu hobi membaca buku termasuk didalamnya mencari informasi atau pengetahuan sebagai penguatan yang telah diserap selama mengikuti pembelajaran disekolah dan sebagai wahana rekreasi para siswa. Rekreasi dengan menjelajah kata demi kata dan gambar demi gambar dilalui dengan senang hati akan timbul suatu perasaan relaks saat membaca. Banyaknya ragam hiburan tayangan di Televisi, Video, aneka tempat hiburan semacam mall, supermarket, game station membuat anak makin terlena apalagi ditambah kurang intensnya orang tua untuk mendampingi waktu luang anak yang berakibat pada kurang greget perhatian anak-anak terhadap buku. Membaca merupakan aspek penting didalam kehidupan kita karena dengan membaca bisa mendapatkan ilmu yang ingin kita ketahui. Dunia anak-anak bisa berbeda dengan berjalannya waktu teriring kemudahan sarana dan kecukupan kita untuk memilikinya. Dunia perbukuan memang berkembang pesat, beraneka terbitan bermunculan dengan berbagai Genre yang bervariasi dan sangat menarik. Jumlah buku yang diterbitkan semakin bertambah namun minat baca masyarakat masih sangat rendah, bahkan membaca tidak terlalu populer di kalangan masyarakat. Kita patut bersyukur kepada pendahulu kita, Bangsa Indonesia memiliki Undang Undang dasar 1945 yang didalam pembukaannya telah tulis ”dengan mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagai bukti pondasi untuk masyarakat dalam memerangi ketertinggilan dan meningkatkan derajat dan martabat dengan mencerdaskan kehidupan bangsa oleh para pendiri negara ini untuk meningkatkan sumber daya manusia telah digulirkan serta dalam Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 32 ayat 1 yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Itu semua sebagai bekal dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kualitas pendidikan, untuk itulah kita harus mengawal hingga kesuksesan para siswa menuju martabat yang sesungguhnya. Kita harus sadar bahwa masa anak-anak yang ada di Sekolah Dasar merupakan bagian dari kita sebagai orang dewasa yang harus mencapai tahap-tahap perkembangan periode yang harus dilalui sesorang. Pada masa ini anak-anak berada pada masa peralihan dari kanak-kanak awal ke masa kanak-kanak akhir sampai menjelang masa pra-pubertas. Pada masa ini pola perkembangan anak-anak sebagai peserta didik dipengaruhi oleh tingkat kematangan usia, teman sebaya dan lingkungan keluarga. Untuk itulah kita sebagai pendidik dan orang tua harus memperhatikan periode perkembangannya baik secara fisik maupun psikologis. Pada usia Sekolah Dasar (6-12 tahun) anak-anak terlibat dengan dua dunia yaitu dunia bermain dan belajar. Peran seorang guru dan orang tua sangat diperlukan untuk memahami sifat khas yang dimiliki anak didiknya sebagai pribadi yang unik dan masing-masing anak memiliki karakter yang khas pula. Dalam tugas-tugas perkembangan anak Sekolah Dasar meliputi beberapa hal yaitu pembelajaran fisik dengan melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang memacu daya kerja otot dan tenaga untuk melakukan suatu aktivitas dengan demikian kegiatan anak pada usia Sekolah Dasar dominan bermain. Pada dasarnya seorang anak merupaka suatu pribadi yang unik yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pada masa ini anak anak giat mengembangkan ketrampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Daya kreatifitas akan berkembang apabila giat bersosialisasi dengan bergaul berkelompok bersama teman sebayanya. Pendidikan dalam keluarga merupakan kunci dalam memberikan bekal kepada anak untuk makin gemar membaca sebagai solusi terbaik dalam membuka jalan pikiran seorang anak agar mereka mempunyai wawasan yang luas sehingga lebih terasah intektual dan akrab dengan ragam bacaan sebagai pola berkomunikasi. Kondisi keluarga akan menentukan dalam pembentukan minat membaca pada anak dengan memberikan fasilitas dan penyediaan bahan-bahan bacaan yang diharapkan dapat merangsang dan memacu minat baca pada anak. Minat membaca perlu adanya kesiapan dalam belajar, dengan memiliki kecakapan dalam membaca. Keluarga sejatinya memiliki usaha ekstra dalam membantu dan mau menyempatkan waktu untuk kegiatan membaca bersama sang anak. Kualitas komunikasi antara kita dengan anak sangat dibutuhkan dalam proses menumbuhkan minat baca pada mereka. Meminta anak untuk bercerita tentang sesuatu yang telah dibacanya atau didengarnya membuat mereka lebih akrab dengan bahasa dan tutur kata. Menamkan sikap selektif dalam memilih buku kepada anak. Dorong pula anak untuk rajin mengunjungi perpustakaan yang bisa mereka akses, baik perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum. Orang tua harus peka dengan minat anak dan memfasilitasinya dengan buku yang sesuai minat mereka supaya minat baca mereka berkembang. Sebagai hobi dalam menumbuhkan minat membaca, tentu kita akan berfikir dimanakah letak buku berada, tentu berada di Perpustakaan, baik itu di Sekolah, di Kelas dengan pojok bacanya maupun perpustakan pribadi di rumah. Mari kita giring anak dengan penguatan untuk mencari literasi yang bersumber di buku perpustakaan. Setiap saat bila bersua dengan para siswa kita bisa bercerita tentang buku, hingga anak tertarik untuk mendengarkan cerita kita dan diusahakan anak akan tertarik unyuk membacanya sendiri dan akhirnya datang ke perpustakaan untuk membacanya. Berdiskusi tentang membaca buku perlu memperkenalkan cara membaca yang baik dengan cara cara membuka dan memegang buku serta bagaimana merawat buku. Membina dan menumbuhkan minat baca dengan cara memperkenalkan buku dengan memamerkan buku di tempat yang strategis, dengan buku yang disukai siswa. Menyediakan buku sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing siswa. Menciptakan Perpustakaan Keluarga di rumah yang tidak harus mewah dan lengkap, memberikan kesempatan pada anak-anak sebayanya untuk berkomunikasi sebagai wahana bersosialisasi, koleksi buku yang dimiliki bisa digunakan untuk saling menukar koleksi biar perasaan memiliki dan saling berbagi anatar teman semakin baik. Menonton hiburan baik televisi atau main game bukanlah hobi yang harus dilarang, tapi sebaiknya dibatasi. Supaya waktu anak bisa dialokasikan untuk membaca buku. Orang tua dianjurkan mengendalikan sarana hiburan secara bijak. Jadikan buku sebagai hadiah untuk anak, jadikan membaca sebagai kebiasaan di keluarga, kegiatan membaca setiap hari akan menumbuhkan minat baca anak sekaligus membentuk kebiasaan membaca pada anak sebagai hobi. Peran kita sebagi pendidik dan orang tua adalah menyakinkan bahwa buku sangat bermanfaat untuk dibaca. Pada saat kita membacakan buku kita mencaba untuk mendramatisasi sebuah cerita dibuku, kita amati anak kita saat mendengarkan buku yang kita bacakan, bila anak sudah mulai bosan ubahlah cara baca dengan intonasi yang baik sesuai minat anak, dan tambah dengan gerakan-gerakan tubuh, mimik muka dan intonasi suara hingga anak-anak akan tertarik. Memberikan pengetahuan secara benar saat membaca supaya perasaan nyaman dan akhirnya bahwa membaca itu menyenangkan, baik itu posisi badan dan gerak mata, arah sinar penerangan, jarak antara mata dengan buku, ukuran tempat duduk. Nah dengan demikian sebagai hobi akan tersalurkan dengan maksimal dengan perantara aneka promosi mengenai buku, aneka lomba-lomba membaca, lomba meringkas atau lomba bercerita yang sumbernya dari buku-buku perpustakaan dengan literasi buku terkinikan. Hobi membaca tersalurkan maksimal dengan kita sebagai pendidik dan orang tua mengawal dan mensuport hingga kesuksesan anak-anak.

Sabtu, 30 September 2017

Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Umat berdasar Syariat Islam

Dalam benak kita tentunya memiliki suatu cita cita untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat secara #Syarikatislam, seperti yang kita rasakan sampai kini memang masih jauh dari harapan kita. Perlu tenaga ekstra untuk membangkitkan suatu kemandirian ini dengan tidak mulus langsung jadi, namun menghadapi sejumlah tantangan dan kendala. Lembaga pembiayaan yang berpola #Syarikatislam masih kecil, selebihnya adalah didominasai lembaga keuangan konvensional, maka upaya memandirikan ekonomi umat akan terkendala. Pola konsumsi masyarakat perlu diselaraskan dengan nafas #Syarikatislam, seperti kita sadari di sekitar kita semakin berkembang suatu pola yang serba cepat dan instan, hingga masyarakat makin nyaman membeli barang-barang tempat pusat perbelanjaan modern. Padahal di warung sekitar tempat tinggal juga tersedia berbaai kebutuhan mulai dari yang kecil hingga scala yan besar. Ada perasaan malu dan cenderung gengsi apabila membeli jajanan di pedagang kaki lima. Dimasa sekarang ini berlomba-lomba para produsen yang memproduksi kebutuhan kita sehari hari dengan aneka kemasan yang sangat menarik dan aneka rasa yang tersedia, untuk itu perlu mengedepankan #Syarikatislam dalam langkah kita untuk menyongsong perekonomian yang semakin menglobal. Industri kecil dan rumahan masih mendominasi di masyarakat dengan tata kelola yang minim. yang umumnya produktifitas rendah, sehingga hasil yang diperoleh juga rendah. Untuk itu mari kita mengembangkan industri yang berdasar #Syarikatislam dengan menguatkan kemandirian dalam sistem pengelolaan perekonomiannya. Pada masyarakat masih sering kita dengar adanya ketidakmandirian ekonomi umat secara perekonomian, hal ini bisa kita rasakan diantaranya angka kemiskinan masih melekat di masyarakat. Dampak nyata bila kemiskinan masih berkecamuk di masyarakat adanya daya beli masyarakat yang menurun. Nah untuk itu kita harus senantiasa berbenah mengembangkan diri melalui perekonomian, kita mulai dari dasar hingga kita mampu menguasai pola perekonomian yang sesuai dengan #Syarikatislam sebenarnya. Masyarakat kita tentu juga berfikir akan Sumber Daya Alam kita masih belum terkelola secara mandiri, yang atinya tingkat pengelolaannya masih dikerjakan oleh tenaga asing dan masyarakat hanya sebagai pekerja. Untuk itu perlu strategi matang dengan belajar sistem pengelolaan secara baik hingga kita mampu mengelola Sumber Daya Alam dengan tenaga lokal yang mumpuni, baik secara kualitas maupun kuantitas. Tidak heran lagi perihal makanan sebagai kebutuhan dasar dari umat yaitu makanan, kebutuhan pangan bagi masyarakat yang semakin tergantung dari import dengan tingkat ketergantungan yang semakin tinggi, pola konsumsi kita juga masih banyak dan bahan dasar makanan juga masih import untuk mencukupi, untuk itu seyoyanya mari kita berbenah untuk swasemaba dalam pangan mulai dari sekarang sehingga perekonomian umat semakin matang. Ada beberapa upaya dalam meningkatkan kemandirian Umat dalam perekonomian diantaranya adalah : 1. Membangun Jiwa Kewirausahaan Sebagai langkah dalam peningkatan kualiatas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan kecakapan umat perlu pengembangan secara berkesinambungan secara #Syarikatislam. Jiwa Kewirausahaan perlu dikedepankan pada umat dengan menggugah jiwa Kewirausahaan pada umat. Dengan hadirnya ASEAN Free Trade Area (AFTA) makin bersaing dengan ketat, persaingan secara globalisasi mulai bergeliat. Kemandirian ekonomi umat dibutuhkan suatu kesungguhan yang kuat dengan mengembanakan jiwa kewirausahaan dan life skill (kecakapan hidup) umat dengan membekalinya dengan berbagai keterampilan, meningkatan kualitas pendidikan, mendorong umat untuk lebih produktif dan kreatif dalam berbagai sektor perekonomian. Melahirkan wirausahawan muda secara #Syarikatislam untuk menguatkan terbangunnya kemandirian ekonomi umat. 2. Mengembangkan sistem ekonomi syariah pada setiap sendi perekononian umat sehingga harapannya mampu menumbuhkan minat dan kesempatan yang sepadan dengan yang lain untuk meningkatkan derajat kesejahteraan umat. Diharapkan dengan sistem ekonomi #Syarikatislam mampu memberikan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan akhirnya mampu memberikan kesempatan yang luas pada seluruh masyarakat. Untuk itu perlunya ditekankan untuk memahami seluk beluk #Syarikatislam dalam sendi perekonomian umat. 3. Berusaha secara maksimal untuk menciptakan peluang dalam sendi-sendi perkonomian, hingga tercipta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat. Dengan menciptakan peluang melalui #Syarikatislam diharapkan pemberdayaan ekonomi akan mengalami pertumbuhan kesejahteraan ekonomi pada masyarakat. Efek yang akan di munculkan akan semakin bermanfaat bagi umat. 4. Mengubah mindset atau pola pikir umat dalam memandang #Syarikatislam dalam upaya membangun kemandirian ekonomi umat. 5. Kita harus menyatukan diri untuk berkomitmen menjadi pengelola sendi-sendi perekonomian berbasis umat hingga menjadi pengusaha andal yang beretika berdasar #Syarikatislam sebagai penggerak ekonomi untuk mewujudkan kemandirian umat. 6. Mengembangkan potensi umat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi berdasar #Syarikatislam, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai strategi untuk menciptakan ekonomi yang tangguh dan berdaya saing. Langkah yang dikembangkan meliputi pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Kurikulum pada sekolah mampu menjembatani pengembangan potensi umat #Syarikatislam dengan memasukkan pendidikan teknologi informasi dan manajemen, sehingga bekal yang di kuasai selepas menempuh di bangku pendidikan bisa diimplementasikan dengan baik sesuai bidang keilmuannya. #blogcompetition

Senin, 04 September 2017

Lepas sambut dan serah terima guru Bimbingan Konseling di MTsN Tanjunganom

Kab Nganjuk (MTsN Tanjunganom) - Di awal tahun pelajaran 2016-2017 tampak istimewa di MTsN Tanjunanom Nganjuk tepatnya pada Selasa 8 Agustus 2016 telah dilaksanakan acara Lepas Sambut dan serah terima jabatan guru Bimbingan Konseling di MTsN Tanjunganom. Agenda Lepas sambut dan serah terima guru tersebut dilaksanakan di lapangan madrsasah dihapan dewan guru, staf Tata Usaha dan para siswa. Ahmadi selaku Kepala MTsN Tanjunganom memberikan ucapan selamat datang kepada guru Bimbingan Konseling di MTsN Tanjunganom yaitu Eko Endri Wiyono dan Iffa Zulfa, begitu pula diberikan ucapan selamat bertugas ditempat baru kepada Agus Harianta dan Nurul di tempat tugas yang baru yaitu di MTsN Tanjungatani dan MTsN Lengkong. Lebih lanjut Ahmadi mengemukakan semoga dengan tempat yang baru akan ada penyegaran sehingga muncul iklim yang dinamis untuk lebih memajukan madrasah. Acara dimulai pukul 08.00 WIB nampak kidmad dan haru walaupun dilaksanakan secara sederhana dan singkat. Semoga Allah SWT senantiasa menyertai segala rencana dan tugas-tugas di yang baru. Amin. (endry)

Rabu, 11 Desember 2013

Sekolah mengawal Kesehatan Anak Usia Sekolah

Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar  harus menjadi sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. Usia anak adalah periode yang sangat menentukan kualitas seorang manusia dewasa nantinya. Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumberdaya manusia yang berkualitas.